Kunci Pintu Sidik Jari Untuk Rumah Sakit di Jogjakarta

Beberapa tahun belakangan ini mulai marak penculikan bayi dari rumah sakit,bahkan tidak sedikit dari rumah sakit tersebut adalah rumah sakit ternama yang  memiliki tingkat keamanan yang cukup.

contohnya,pada tanggal 15 September 2012 di RSUD Banjar, Kabupaten Ciamis. Bayi yang diculik berumur enam hari, anak dari Oom Komariah dan Andang Rustandi, warga Cibentang, Kota Banjar. Saat itu, bayi diculik oleh pelaku yang menggunakan baju perawat dan mengambil bayi seusai disusui ibunya. Si penculik mengambil bayi dengan alasan melakukan pemeriksaan HB atau Masih di hari yang sama pada 15 September 2012, penculikan bayi juga terjadi di Rumah Sakit Ibu dan Anak Siti Zachroh di Bekasi Jawa Barat. Bayi laki-laki pertama bernama Cello Aditya dari pasangan Sifa Masyatul Khoirot dan Jaja Nurdiansyah diculik oleh seseorang yang mengaku sebagai perawat rumah sakit.

Sumber: nasional.Tempo.co

Tapi justru ini menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk lebih waspada.belakangan,rumah sakit di jogjakarta misalnya.pihak rumah sakit  semakin berlomba – lomba meningkatkan tingkat keamanan mereka dengan menambahkan akses kontrol pintu/ akses kunci pintu sidik jari,kartu,password atau bahkan wajah.
diharapkan dengan adanya mesin kunci pintu elektrik ini dapat mengurangi tingkat human error,selain itu juga dapat membatasi dan memantau pengguna.

pihak Rumah sakit di jogja menggunakan akses kontrol sidik jari pada ruang bayi dan juga pintu masuk bangsal agar tidak sembarangan pengunjung datang pada waktu-waktu minim penjaga.Jogja sebagai contoh rumah sakit yang aman dengan kunci pintu magnetic  semoga dapat menular ke rumah sakit,instansi,kantor,dsb di kota-kota lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *